Sabtu, 22 Desember 2012

Aturan Memberi Salam Dalam Islam

Seorang yang lebih muda dianjurkan memberi (memulai) salam kepada yang lebih tua. Seorang yang berjalan dianjurkan memberi salam kepada yang sedang duduk. Mereka yang sedikit jumlahnya dianjurkan memberi salam kepada yang lebih banyak. Orang yang berkendaraan dianjurkan mengucapkan salam lebih dahulu kepada yang berjalan. Perhatikanlah hadits-hadits berikut :

Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW, beliau bersabda,  “(Hendaklah) orang yang muda memberi salam kepada yang tua, yang berjalan kepada yang duduk, yang sedikit kepada yang banyak”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 127]

Dari Abu Hurairah RA ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “(Hendaklah) orang yang naik kendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, (sedangkan) orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, dan kelompok yang sedikit memberi salam kepada yang banyak”. [HR. Bukhari juz 7, hal. 127]

 Yang paling baik yang memulai salam

Jika kita berpapasan dengan saudara kita di jalan atau di manasaja, sebaiknya kitalah yang mendahului mengucapkan salam, karena yang demikian ini yang lebih baik :
                                                                                  
Dari Abu Umamah, ia berkata : Ditanyakan kepada beliau, “Ya Rasulullah, ada dua orang yang bertemu, lalu manakah yang lebih dahulu memberi salam diantara keduanya ?”. Beliau SAW menjawab, “Orang yang lebih baik diantara keduanya bagi Allah”. [HR. Tirmidzi, Ini hadits hasan juz 4, hal. 159]

 Salam ketika datang di majlis atau ketika meninggalkan

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda,  “Apabila seseorang dari kalian tiba di majlis, hendaklah mengucapkan salam. Dan apabila ia ingin meninggalkan majlis, maka hendaklah mengucapkan salam. Maka yang pertama tidaklah lebih berhaq dari yang akhir”. [HR. Abu Dawud juz 4, hal. 353]

 Pria boleh memberi salam kepada wanita dan sebaliknya

Seorang laki-laki dibenarkan mengucapkan salam kepada wanita ketika mereka bertemu di jalan dan sebagainya. Begitu pula sebaliknya, wanita boleh memberi salam kepada orang laki-laki :

Dari Asma binti Yazid, ia berkata : Bahwasanya Rasulullah SAW melewati masjid pada suatu hari, dan (di sana ada) sekelompok wanita sedang duduk, lalu Nabi SAW berisyarat dengan tangannya sambil memberi salam”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 160, no. 2839, ini hadits hasan]

 Ucapkanlah salam kepada keluarga

Memberi salam bukan hanya kepada orang lain dan tidak pula khusus untuk memasuki rumah orang lain saja, tetapi dianjurkan juga ketika kita akan memasuki rumah sendiri. Oleh karena itu lakukanlah hal ini seperti anjuran Nabi SAW kepada Anas sebagaimana dalam riwayat berikut :

Dari Said bin Musayyab, ia berkata : Anas berkata : Rasulullah SAW bersabda kepadaku,  “Hai anakku, apabila kamu masuk ke rumah keluargamu maka berilah salam, karena ia akan menjadi barakah untukmu dan untuk keluargamu”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 161,  ini hadits hasan shahih]

 Mengucapkan salam kepada anak-anak

Jika kita melewati anak-anak yang sedang bermain atau bertemu mereka di jalan dianjurkan mengucapkan salam kepada mereka, sebagaimana riwayat berikut ini :

Dari Sayyar, ia berkata, “Dahulu aku berjalan bersama Tsabit Al-Bunaniy, lalu melewati sekumpulan anak-anak, kemudian ia memberi salam kepada mereka. Kemudian Tsabit bercerita, bahwasanya dahulu dia berjalan bersama Anas, lalu melewati anak-anak, kemudian Anas memberi salam kepada mereka. Dan Anas menceritakan, bahwasanya ia dahulu berjalan bersama Rasulullah SAW lalu melewati anak-anak, kemudian Rasulullah SAW memberi salam kepada mereka”. [HR. Muslim juz 7, hal. 1708]

 Berkirim salam serta jawabnya

Jika ada seorang Islam berkirim salam kepada kita melalui orang lain, maka wajib bagi kita membalas salamnya itu

Dari Ghalib ia berkata : Dahulu kami sedang duduk di pintunya Al-Hasan (Al-Bashriy), tiba-tiba seorang laki-laki datang lalu berkata,  “Ayahku menceritakan kepadaku, bersumber dari  kakekku, ia berkata,  “Ayahku menyuruhku datang kepada Rasulullah SAW”. Ia berkata,  “Datanglah kepada beliau dan sampaikanlah salamku kepada beliau”. Ia berkata : Lalu aku datang kepada beliau dan berkata,  Sesungguhnya ayahku mengucapkan salam kepadamu”. Maka Nabi SAW menjawab, “  ‘Alaika wa  ‘alaa abiikas salaam  (Semoga keselamatan atas kamu dan atas bapakmu)”. [HR, Abu Dawud juz 4, hal. 358]

Dari Abu Salamah ibnu 'Abdurrahman, bahwasanya  „Aisyah RA menceritakan kepadanya : Bahwasanya Nabi SAW bersabda kepada „Aisyah,  “Sesungguhnya Jibril berkirim salam kepadamu”. Lalu  „Aisyah menjawab, “Wa ‘alaihis-salaam wa rohmatullooh (Semoga keselamatan dan rahmat Allah atasnya)”. [HR. Bukhari juz 7, hal 132]

Larangan menjawab salam ketika sedang buang air

Bila ada seseorang memberi salam kepada kita sedang waktu itu kita berada di kamar kecil sedang buang air, maka kita tidak perlu menjawab salamnya. Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita, sebagaimana riwayat di bawah ini:

Dari Ibnu „Umar, bahwasanya ada seorang laki-laki memberi salam kepada Nabi SAW diwaktu  beliau buang air kecil (kencing), maka beliau tidak menjawabnya”.  [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 61]


sumber : brosur pengajian ahad pagi MTA

0 komentar:

Poskan Komentar