Rabu, 26 Desember 2012

Tentang Sahur dan Adab Berbuka Puasa


PENGERTIAN SAHUR

Sahur ialah makanan yang di makan pada waktu sahar. Sahar menurut bahasa ialah “Nama bagi akhir suku malam dan permulaan suku siang”. Lawannya adalah Ashil, akhir suku siang.

 Menurut Az-Zamakhsyari, dinamai waktu sahar karena ia adalah waktu berlalunya malam dan datangnya siang. Dengan demikian, jelaslah bahwa sahar bukanlah satu atau dua jam sebelum terbit fajar, namun yang dimaksud adalah nama waktu pergantian siang dan malam.

Jadi apabila kita makan pada jam 24:00 (jam 12 malam) atau sedikit setelah itu tidaklah dapat dinamakan “bersahur (mengerjakan makan sahur)”.

Adapun yang dinamakan makan sahur adalah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW pada riwayat di bawah ini :

Dari Anas dari Zaid bin Tsabit, ia berkata, “Kami pernah bersahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami mengerjakan shalat (shubuh)”. Aku (Anas) bertanya kepada Zaid. “Berapa tempo antara keduanya?” Zaid menjawab, “sekadar membaca 50 ayat Al-Qur’an”. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim].

HIKMAH SAHUR

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abu Sa’id bahwa Nabi SAW bersabda :

Sahur itu suatu berkah. Maka janganlah kamu meninggalkannya, Walaupun hanya dengan meneguk seteguk air, karena sesungguhnya Allah dan Malaikat-Nya bershalawat atas orang yang bersahur. [HR. Ahmad]

Diriwayatkan oleh muslim dari ‘Amr bin ‘Ash bahwa Rasulullah SAW bersabda :

Yang membedakan antara puasa Kita dengan puasa Ahli kitab ialah makan sahur. [HR. Muslim].

KERAGUAN TENTANG WAKTU SAHUR

Bila seseorang ragu apakah telah habis waktu ataukah belum, maka ia diperbolehkan makan dan minum hingga nyata-nyata baginya bahwa waktu sahur telah habis dan masuk waktu shubuh. Firman Allah :

Dan makanlah, minumlah, sehingga nyata kepadamu benang putih dari pada benang hitam yaitu fajar. [QS. Al-Baqarah : 187]

Dari ayat diatas jelaslah bahwa Allah memperkenankan makan dan minum, sehingga nyata benar terbitnya fajar.

ADAB BERBUKA

Diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, Muslim dan Abu Dawud dari sahl bin ‘Adi bahwa Rasulullah SAW bersabda :

“Senantiasa manusia dalam kebajikan selama mereka segera berbuka”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda :

Berfirman Allah ‘Azza wa Jalla (artinya), “Yang paling Ku sayangi dari hamba-hamba-Ku, ialah yang paling segera berbuka”. [HR. Tirmidzi dari Abu Hurairah].

Diriwayatkan oleh  Ibnu Abdil bin Barr dari Anas bin Malik, katanya :

Tidak pernah aku melihat walau sekali Rasulullah SAW shalat maghrib lebih dahulu sebelum berbuka, walaupun hanya seteguk air. [HR. Ibnu Abdil Barr dari Anas bin Malik].

Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ahmad dan Tirmidzi dari Anas, sebagai berikut :

Adalah Rasulullah SAW berbuka dengan kurma basah sebelum shalat (Maghrib), jika tidak ada kurma basah, maka beliau berbuka dengan kurma kering, dan jika tidak ada kurma kering, beliau menyendok beberapa sendok air. [HR. Abu Dawud, Ahmad dan Tirmidzi]
Adalah Rasulullah SAW suka berbuka puasa dengan tiga biji korma atau sesuatu yang tidak dimasak dengan api. [HR. Abu Ya’la dari Anas]

Rasulullah SAW bersabda :

Apabila seseorang diantara kalian berbuka, maka hendaklah ia berbuka dengan korma. Jika ia tidak memperoleh korma. Hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu bersih dan membersihkan. [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Sulaiman bin ‘Amir]

KESIMPULAN :

Hadits-hadits diatas menerangkan kepada kita, bahwa apabila kita berbuka puasa maka disunatkan untuk :

 1. Menyegerakan berbuka.
 2. Sebelum shalat maghrib kita berbuka dahulu walaupun dengan seteguk air.
 3. Berbuka dengan tiga biji korma, bila tidak ada, dengan sesuatu makanan yang manis dan     tidak dimasak dengan api. Seperti : pisang, pepaya, nanas dan lain-lain.
 4. Bila tidak ada buah-buahan maka disunatkan kita untuk berbuka dengan air.
 5. Dan dikala berbuka dituntunkan untuk membaca do’a seperti berikut :

Dzahabadh-dhoma-u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru, insyaa-allooh (Haus telah hilang, urat-urat telah basah dan semoga pahala tetap didapatkan. Insya Allah. [HR. Abu Dawud juz 2, hal. 306, dari Ibnu Umar].


share : Brosur pengajian ahad pagi MTA

0 komentar:

Poskan Komentar