Sabtu, 22 Desember 2012

Puasa tiga hari pada tiap bulan



 Dalam suatu riwayat Rasulullah SAW pernah berwhasiyat kepada Abu Hurairah supaya jangan meninggalkan tiga perkara, tiga perkara itu adalah : 1. Puasa tiga hari tiap-tiap bulan, 2. Shalat dhuha dua rekaat, dan 3. Shalat witir sebelum tidur, (Bukhari juz 2. Hal. 247)

Walaupun washiyat itu ditujukan pada Abu Hurairah, namun pada dasarnya washiyat itu juga diperuntukkan untuk semua umat Nabi Muhammad, karena di dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Nabi juga melakukan atau menganjurkan tiga perkara tersebut secara terperinci.

Yang menjadi pembahasan kali ini adalah tentang puasa tiga hari dalam tiap-tiap bulan. Pada hari apa atau tanggal berapa puasa sunnah ini dikerjakan? Untuk lebih jelaskan silakan baca dahulu hadits-hadits berikut :

Dari Mu’adzah Al-‘Adawiyah bahwasannya ia bertanya kepada ‘Aisyah istri Nabi SAW, “Apakah Rasulullah SAW berpuasa tiga hari pada tiap bulan?”. ‘Aisyah menjawab, “Ya”. Lalu aku bertanya lagi kepadanya, “ pada tanggal berapa beliau berpuasa?”. ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli tanggal berapa saja berpuasa pada bulan tersebut”. [HR. Muslim juz 2, hal. 818].

Bersabda Nabi SAW, “Hai Abu Dzar, kalau engkau mau puasa tiga hari dari satu bulan, maka puasalah pada hari yang ke-13, 14 dan 15”. [HR. Tirmidzi].

Dalam hadits yang pertama Rasulullah tidak menentukan tanggal berapa puasa tiga hari itu dikerjakan, tetapi dalam hadits yang kedua, Rasulullah memerintahkan kepada Abu Dzar jika ingin mengerjakan puasa tiga hari dalam tiap bulan maka kerjakanlah pada tanggal 13, 14 dan 15 dibulan hijriyah. Jadi puasa sunnah tiga hari pada tiap-tiap bulan dikerjakan pada tanggal 13, 14, dan 15 dibulan hijriyah, bukan pada bulan masehi.

Kemudian, apa keutamaan puasa sunnah tiga hari pada tiap bulan apabila dikerjakan? Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskannya tentang keutamaan puasa ini, yaitu :

Dari abu Dzarr RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “barangsiapa berpuasa tiga hari setiap bulan, maka yang demikian itu sama dengan berpuasa sepanjang masa”. Kemudian Allah menurunkan ayat yang membenarkan hal itu dalam kitab-Nya. (barangsiapa beramal baik, maka baginya pahala sepuluh kali lipat) [QS. Al-An’aam : 160]. Puasa satu hari sama dengan sepuluh hari (pahalanya). [HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi]

Bila kita mencoba hitung dengan rata-rata tiap bulan itu 30 hari, maka jika kita melakukan puasa tiga hari ini secara istiqomah atau terus-menerus, maka bisa kita hitung pahalanya seperti berpuasa sepanjang masa, karena tiap 1 hari itu dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat, kalau puasa 3 hari berarti 3 kali sepuluh berarti 30 hari. Subkhanallah betapa besar pahala yang dijanjikan Allah, tetapi seberapa sedikit orang yang melakukannya. semoga setelah membaca dan memahami artikel ini bisa menggugah hati kita dan kita diberikan kemudahan dan menjadikan lebih semangat untuk melakukan puasa sunnah ini. Aamiin...

*****

0 komentar:

Poskan Komentar